Merancang Aplikasi wa Sebagai Teknologi dalam Pembelajaran

Debby Oktaviani Ananda 

Nim 19005055

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang


    Pelajar dan pengajar saat ini hidup di dunia Facebook, Twitter, Wikipedia, YouTube dan WA. Banyak aplikasi jejaring sosial dan media sosial lainnya yang merupakan bagian dari apa yang disebut Web Sosial. Hal ini ditandai dengan gagasan interaksi sosial, berbagi konten, dan kecerdasan kolektif. Selain itu, siswa saat ini telah menghabiskan sebagian besar waktu mereka di komputer, bermain game, pemutar musik digital, kamera video, ponsel, serta Web itu sendiri. 

    Teori connectivism mengakui bahwa sifat digital dan jaringan dari kehidupan kita sehari-hari membutuhkan pembelajaran yang terjadi melalui interaksi dengan berbagai sumber pengetahuan dan partisipasi dalam komunitas yang memiliki kepentingan bersama, jejaring sosial, dan tugas kelompok. Teori pembelajaran ini juga menekankan peran penting yang dimainkan teknologi dalam proses pembelajaran dan hubungan individu dengan teknologi serta sesama individu lain dengan menggunakan teknologi. 

 Selain itu, penggunaan media sosial seperti WA dalam pendidikan memberikan siswa/mahasiswa kemampuan untuk mendapatkan informasi yang lebih bermanfaat, saling terhubung dengan kelompok belajar dan sistem pendidikan lainnya yang membuat proses pembelajaran lebih menarik dan nyaman.

    Aplikasi WA memiliki banyak fitur obrolan, salah satunya adalah obrolan grup atau group chat. Fitur tersebut memungkinkan banyak pengguna WA mengobrol dalam sebuah ruang obrolan yang biasa disebut sebagai grup, dengan jumlah maksimal anggota sebanyak 250 pengguna. Obrolan grup dalam layanan WA dapat dibuat tanpa syarat, dan pembuat grup dapat menambahkan anggota hingga mencapai batas maksimal.

    Penggunaan WA yang bertujuan untuk berbagi bahan ajar secara daring juga mendapat sambutan yang bagus dari mahasiswa. Hampir semua mahasiswa setuju dengan pengunggahan bahan ajar atau sumber belajar secara daring. Berdasarkan hasil wawancara, responden menyatakan bahwa kemudahan memperoleh bahan ini diharapkan terus berlanjut untuk mempermudah belajar dimanapun dan kapanpun. Penggunaan WA untuk sarana berbagi bahan ajar ini dapat dilakukan melalui laptop maupun smartphone. Tersedianya pilihan untuk berbagi materi perkuliahan ini dapat meningkatkan kesempatan belajar dan berdiskusi bagi mahasiswa tanpa kendala waktu dan tempat.


Komentar

Posting Komentar