Pentingnya Keterlibatan Keluarga Khususnya Orang Tua dalam Membentuk Sikap Positif Anak

 



Oleh Debby Oktaviani Ananda ( Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, UNP)

Hal penting yang sudah menjadi kewajiban orang tua adalah sepatutnya untuk terus mengawasi tumbuh kembang anaknya, seperti melihat interaksi anak dengan lingkungan sekitar atau teman sebaya. Selain itu, orang tua juga berperan penting dalam membentuk karakteristik atau sikap anak. Maka dari itu, perlu penanaman sikap-sikap positif atau sikap baik sejak dini, dimulai dengan memberi pengertian dan mempraktikannya.

Orchidsinternationalschool berpendapat, sikap positif adalah keadaan pikiran yang dapat memengaruhi suasana hati (emosi) seseorang secara positif. Hal tersebut memungkinkan seseorang untuk memandang kehidupan dengan harapan, keyakinan, optimisme, keberanian, tekad, dan kesabaran yang dapat menyebabkan naiknya emosi “positif” seperti kegembiraan dan kebahagiaan.

Mengajarkan anak-anak untuk bereaksi positif dalam masa tumbuh kembangnya bukanlah hal yang mudah. Memarahi atau memukul anak Anda untuk setiap kesalahan kecil yang mereka lakukan hanya akan membuat mereka lebih memberontak. Tugas mendisiplinkan anak juga perlu ditangani dengan hati-hati, dan lebih banyak cinta. Pengajaran sikap positif dapat memberikan tiga dampak yang signifikan, yaitu (1) sikap positif dapat berdampak pada perilaku anak di masa depan, (2) dapat membantu mengatasi kesulitan atau stres dengan lebih mudah, dan (3) dapat membantu anak lebih menikmati hidup.

Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan dan tumbuh kembang anak. Pola pengasuhan positif terhadap anak memerlukan peran orangtua. Memenuhi kebutuhan anak akan makanan yang bergizi dan sehat, menanamkan nilai agama dan moral dalam kehidupan juga menjadi peran orangtua.

Membangun emosional dengan anak, memenuhi kebutuhan anak akan kasih sayang, perhatian dan rasa aman, menumbuhkan perilaku saling menghargai, toleransi, kerjasama, tanggungjawab dan kesederhanaan juga dapat terjadi dalam pola pengasuhan positif dengan peran orangtua. Anak juga diajarkan cara menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan atas konflik yang dihadapi dengan pola pengasuhan positif.

Hal-hal penting bagi anak yang perlu orang tua tanamkan pada anak untuk menumbuhkan sikap positif adalah sebagai berikut :

Ajarkan anak menghargai barang orang lain

Melansir dari More4kid, salah satu sikap positif yang patut diterapkan pada anak adalah mengajarkan cara menghargai barang milik orang lain. Cara terbaik untuk mengajarkan rasa hormat terhadap barang milik orang lain adalah dengan memberi contoh kepada anak-anak.

Kita dapat mengajarkan tiga aturan penting agar anak dapat menghargai barang orang lain, yaitu (1) bertanya sebelum meminjam sesuatu; (2) saat meminjam, jaga barang seolah-olah milik sendiri; dan (3) jika barang yang dipinjam rusak: akui, minta maaf, dan ganti atau perbaiki barang tersebut.

Melalui tiga aturan tersebut dorong mereka untuk mempertimbangkan perasaan orang lain. Tanyakan kepada anak-anak bagaimana perasaan mereka jika mainan mereka rusak atau hilang. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memberi anak pengalaman adalah mengunjungi perpustakaan secara teratur. Ajari mereka untuk merawat dan mengembalikannya tepat waktu ketika meminjam buku.

Bertanggung jawab

Melansir thehomeschoolmom, tanggung jawab berarti sikap menerima suatu pekerjaan dengan senang hati serta siap menanggung konsekuensinya jika terjadi kesalahan. Ketika anak-anak tumbuh dewasa, mereka sangat penting diberi tanggung jawab untuk tugas-tugas tertentu.

            Bersikap Baik

Berikan contoh bagi mereka untuk dikuti. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Jika Anda ingin mereka untuk berperilaku sesuai dengan keinginan Anda, maka Anda harus mencontohkannya. Misalnya, membuang sampah di tempat sampah atau makan mengunyah dengan perlahan. Anak Anda secara otomatis akan belajar dan mengikuti kebiasaan tersebut.

Bersabar.

Jika anak-anak nakal di tempat umum, bersabar dan coba kenali penalaran mereka terlebih dahulu. Jika mereka masih tidak memedulikan ucapan Anda, jangan sampai Anda mengeluarkan kata-kata kasar. Beri penjelasan pada anak dengan suara lembut namun dengan sikap yang tegas. Ingat, jangan pernah menaikkan suara apalagi melakukan kekerasan fisik seperti menampar.

Menghormati.

Selalu memperlakukan anak-anak Anda sebagai orang dewasa. Mereka juga ingin dihormati dan dianggap penting oleh orangtua mereka. Puji mereka atas tugas yang mereka lakukan dengan baik. Libatkan anak dalam membuat keputusan terutama terkait keperluan mereka seperti dalam memilih pakaian, sepatu atau warna cat kamar mereka.

Tidak mudah marah.

Cobalah untuk tidak memarahi anak Anda. Jika Anda kehilangan kesabaran, tetap tenang menghadapi anak Anda. Tetap tunjukkan sikap bahwa Anda sedang berusaha untuk mengajar anak Anda. Misalnya, mengatakan 'tolong' atau 'maaf' agar anak Anda tetap tahu apa yang sedang Anda coba ajarkan padanya.

Tidak berteriak.

Jika anak Anda bertingkah di depan tamu, jangan berteriak pada mereka. Tunggu sampai tamu pergi dan kemudian jelaskan secara tegas bahwa perilaku semacam itu tadi benar-benar tidak dapat diterima jika dilakukan di depan orang lain. Dan juga, peringatkan mereka untuk tidak mengulangi perilaku itu lagi, Anda harus mengambil tindakan tegas pada mereka.

Murah hati

Selalu pastikan setiap kali Anda mengajarkan anak berperilaku baik, harus diikuti dengan kemurahan hati dan kebaikan. Dengan bersikap murah hati, anak akan menyadari bahwa setegas apa pun orangtuanya, cinta untuknya tidak akan berkurang. Dengan begitu, justru anak lebih mudah memahami sikap apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan karena orangtuanya tak menyukainya.

Komentar